Dua Kunci Utama Sukses Profesional dan Kepercayaan Customer

0

Bermodal ketekunan dan juga kerja keras, pemilik kontraktor Budi’s Pool ini merangkak dari satu pintu ke pintu untuk membangun bisnisnya.  Adalah Budi Suparjo, sosok pria pekerja keras ini (workaholic) mengaku menikmati jatuh bangunnya membangun bisnis di industri kolam renang. 

Budi memulai bisnis ini benar-benar dari bawah. Sejak tahun 1988, ia sudah mengibarkan bendera bisnisnya, walau masih setengah hati. Budi mengaku, usaha yang dibangunnya ini bermula dari ketertarikannya selama ia bekerja disebuah perusahaan importir. “Sambil bekerja diperusahaan orang lain, saya memberanikan diri untuk membuka usaha dibidang jasa kontraktor kolam renang, dan ternyata itu cukup berhasil” ujar Budi Suparjo membuka pengalaman membangun bisnisnya. Menurut Budi, dulunya ia bekerja di perusahaan swasta, diperusahaan importir yang bergerak dibidang kolam renang, spa dan Jacuzzi, tapi hanya sebatas equipment dan obat-obatan. Seiring dengan berjalannya waktu, ia belajar banyak dari pekerjaannya itu. “Selama bekerja, saya  harus tahu chemical skill nya bagaimana, cara merawat kolam renang itu seperti apa, bagaimana cara membuat kolam renang dari awal hingga selesai dan banyak lagi hal yang lain, dari situlah kami belajar dengan seksama, otodidak juga ditambah dengan pengetahuan-pengetahuan lain dari luar, oleh sebab itu aknirnya Saya memberanikan diri  menjual peralatan kolam renang, membuat swimming pool mulai dari tanah kosong, design, hingga finishing sampai maintenance hingga pertawatan” cerita Budi mengenang awal perjalanan bisnisnya sejak 28 tahun lalu.

Menurut Budi, perkembangan industri kolam renang sudah sangat pesat. Dulu, hanya orang tertentu saja bisa membuat kolam renang, namun karena  sudah tersosialisasi bahwa perawatan kolam renang itu sangat mudah di rawat dan harganya juga reasonable tergantung dengan kebutuhan dan finishing, maka harga kolam renang makin mudah dan terjangkau .“Tantangan selama menjalani bisnis kontraktor, buka mulai dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam, disamping saya masih bekerja di perusahaan saya,  saya lapor dan ijin bahwa saya mau resign dan di saat itu saya sudah mulai membuka usaha ini, jadi setelah hand over dengan perusahaan lama, saya membuka usaha sendiri dan buka hingga sekarang” cerita Budi yang mengaku tipikal pekerja super keras (workaholic). 

Proses transisi, ketika dari karyawan menjadi pemilik bisnis sendiri, menurut Budi tidaklah mudah. Selain harus menaklukkan diri sendiri karena masih kurang yakin bisa mandiri, ia juga harus menghadapi kenyataan, yaitu modal yang serba pas-pasan saat memulai usaha. “Jujur, saya juga masih takut saat awal pertama kali membuka usaha kontraktor kolam renang ini. Kendala utama saya pada waktu itu adalah keterbatasan modal, hingga pada 6 bulan pertama adalah masa yang paling sulit buat saya untuk bertahan” curhat Budi pada Swimming Pool Idea dikantornya di bilangan Kemang,  Jakarta Selatan.

(Project Budi’s Pool)

Menurut Budi, selama 6 bulan itu, ia mempraktekkan semua ilmu dan pengetahuannya untuk membangun usahanya sendiri. Beruntung ia pernah menjadi sales and marketing diperusahannya dulu, hingga kendala untuk menjual dan memasarkan produk tidak terlalu bermasalah. “Kendala lainnya pada awal pertama kali saya membuka usaha ini adalah faktor awareness terhadap branding bisnis saya ini. Dulu, internet tidak seperti sekarang, memasarkan suatu produk harus door to door atau mengandalkan sistim rekomendasi customer. Kini semua sudah era digital, bermodal promosi di Google sudah menjadi suatu solusi terbaik” jelas Budi menceritakan marketing masa lalu dan masa kini. Selain duka, Budi juga memiliki pengalaman menarik terkait dengan sistim rekomendasi. Ia mengaku sangat terbantu dengan pemasaran referensi. Berawal berkenalan dengan pihak developer properti hingga akhirnya mendapat relasi pemilik rumah-rumah mewah yang akhirnya memakai jasanya membuat kolam renang. “Sejak membangun hubungan baik dengan para pihak developer, dari situ bisnis saya berkembang dari mulut ke mulut. Itulah awal bisnis saya bisa berjalan” ujar Budi yang mengakui kekuatan dari efek referensi yang begitu efektif.

Pada awalnya, Budi’s Pool hanya fokus pada penjualan kebutuhan kolam renang. Seperti jual kaporit hingga filter kolam renang, namun seiring dengan perkembangan waktu, Budi mulai merambah ke bidang lain yaitu pembuatan struktur kolam renang. “Teknik struktur kolam renang saya pertajam dan saya terus lakukan berbagai inovasi dengan sistim baru finishing, termasuk perawatan mulai dari manual, semi otomatik hingga otomatik. Jadi kami harus provide secara benar” cerita Budi yang mengaku bersyukur dengan perjalanan bisnisnya yang makin berkembang dari waktu ke waktu. Membangun bisnis sendiri memang tak sama dengan bekerja diperusahaan orang lain. Budi kini memiliki 6 staf inti untuk menjalankan roda operasional bisnis kolam renang ini. Ia selalu menggunakan tenaga outsourching karena sistim kerjanya berdasarkan projek.  “Tim saya tidak banyak, hanya sekitar 6 orang, karena dalam bentuk projek, kami masih bisa mengambil outsourching kepala mandor tapi otomatis  sumberdaya manusianya yang utamanya dari mulai teknisi, pelaksana itu pegawai tetap kami” ujar Budi lagi menjelaskan struktur tim inti untuk setiap  projek yang ia selesaikan.

Menurut Budi, perkembangan bisnisnya itu berjalan secara bertahap. Awalnya hanya jasa renovasi, jual obat hingga jual alat kolam renang, namun seiring dengan perputaran waktu, kini Budi’s Pool sudah menangani pembuatan Jaccuzi, sauna, water boom, water park dan banyak lagi. Semua dikerjakan dengan professional, bahkan sistimnya mulai dari sistim yang sederhana hingga sistim yang eksklusif. “Budi’s Pool sebenarnya spesialisasi dibidang kontraktor kolam renang dan supplier, sedangkan untuk chemical nya sebagai product support, karena ini tidak akan lepas. Disamping harus membuat, kami juga harus me maintenance, menjual alat-alat dan juga jual chemical nya, jadi semua harus kita layani, after sales service, pelayanan purna jual kita harus berikan ke customer supaya mereka berpikir kita bukan hanya sebagai penjual tapi lebih kearah teman hingga kita mendapat feed back nya jauh lebih bagus hingga saat ini” paparnya bernada optimis. 

Budi menambahkan, untuk mendapatkan kepercayaan dari customer, ia melakukan dua hal penting, yaitu memperkuat kompetensi dibidang kolam renang dan adanya keterbukaan tentang produk yang ingin ia tawarkan. “Selain saya sangat berkompetensi dibidang kolam renang, saya juga memberikan informasi yang sejelas-jelasnya tentang produk kami kepada customer, hingga mereka tidak kecewa dikemudian hari, termasuk soal garansi produk dan jasa” jelas Budi membocorkan rahasia kesuksesan berbisnis pembuatan kolam renang ini. Ia menambahkan, mengapa harus serius melakukan dua hal itu, yaitu bersikap sangat professional dan adanya keterbukaan diawal (transparansi), karena dia ingin mendapatkan efek rekomendasi dari para kliennya yang ia bantu, persis seperti awal pertama ia membuka usaha, karena cara itu terbukti menjadi titik balik kesuksesannya. 

“Bicara kendala, pasti saya punya sebagaimana para pebisnis lainnya. Kendala saya adalah soal harga yang lebih mahal dari yang lain. Sebenarnya ini bukan kendala, tapi lebih kearah pemahaman yang benar tentang kualitas suatu barang dan jasa” jelas Budi yang mengaku menyayangkan mengapa masyarkat hanya terpaku pada harga yang lebih murah tapi kualitasnya sangat diragukan. Ia menambahkan, sifat kolam renang itu customize, jadi tidak saja hanya berdasarkan harga saja, tapi juga bicara mutu, hingga customer membayar sesuai dengan apa yang ingin ia dapatkan. Budi menegaskan, semua jasa pembuatan kolam renangnya, khususnya struktur, ia garansi hingga 7 tahun, dan ia tidak pernah jual lepas kepada customernya selama ini.  “Soal kebocoran kolam renang. Selama lebih dari 28 tahun, saya selalu melakukan inovasi dan teknik yang makin ampuh untuk mengatasi kebocoran kolam. Kebocoran kolam itu sederhana, kami punya harga selalu posisinya diatas rata-rata, kenapa? Karena kami bekerja sesuai kemampuan kami untuk mengerjakan struktur baik dari segi pembersihan, dari segi pondasi, finishing maupun yang lain,  kami sudah prepare walau semua itu produk import. Kami memberikan harga ini Karena kami memprovide itu sehingga harga kami tidak bisa murah, dan kami berikan itu agar customer merasakan puas” papar Budi panjang lebar. Menurut Budi, umumnya permasalah customer itu selalu berkutat pada kebocoran kolam. Secara teknis memang tak bisa dijelakan ditulisan ini karena lebih bersifat visual, namun Budi sangat kenyang dengan berbagai kasus-kasus kolam renang yang bocor dan selama 28 tahun, ia sangat setia menangani berbagai keluhan dan masukkan dari customer hingga dirinya makin matang dan berpengalaman dalam atasi kebocoran kolam renang ini. 

238 total views, 4 views today

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Share.

About Author

Keyakinan adalah salah satu prinsip dan misi hidup Ku. Ikhtiar dan Berdo'a Semoga kesuksesan selalu ada didepan kita.