Olah Raga

RENANG EFEKTIF TINGKATKAN STRUKTUR TULANG

RENANG EFEKTIF TINGKATKAN STRUKTUR TULANG

Olahraga renang merupakan olahraga yang paling direkomendasikan para ahli kesehatan dan jugadokter di seluruh dunia. Bukan saja bermanfaat untuk kesehatan, renang juga bagus untuk kesehatan tubuh, fisik, dan kebugaran.

Dampak positif berenang

“Olahraga berenang merupakan olahraga low impact aerobic yang memberikan dampak positif pada kesehatan tubuh termasuk kesehatan kardiovaskular, kekuatan otot, dan juga baik untuk tulang maupun sendi” ujar dr. Daffodilone Cahyadi, Sp. OT, spesialis Bedah Orthopaedi & Traumatologi yang berpraktik di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Menurut dokter yang juga hobi berenang, baca buku dan main basket ini, berenang tampaknya tidak berdampak negatif terhadap massa tulang, meskipun bukan salah satu olahraga terbaik untuk meningkatkan parameter ini, karena olahraga ini merupakan non weight bearing exercise.

“Sebagian besar penelitian menunjukkan nilai kepadatan mineral tulang yang sama pada perenang dan kontrol, namun pada perenang menunjukan memiliki struktur tulang yang lebih kuat dibandingkan kontrol.” ujarnya yang mengutip dari jurnal yang berjudul ” Is Bone Tissue Really Affected by Swimming?” A Systematic Review, 2013.

Timbul pertanyaan, apakah seorang yang menderita patah tulang masih diperbolehkan renang?

Menurut dr. Daffodilone Cahyadi, Sp. OT, berenang tidak diperkenankan pada pasien patah tulang multiple (banyak area), terdapatnya patah tulang yang tidak stabil, dan juga pada kondisi kerusakan jaringan sendi yang membutuhkan tindakan operasi karena dapat mengganggu proses penyembuhan patah tulang.

“Berenang merupakan salah satu olahraga yang terbaik untuk direkomendasikan pada pasien dengan Osteoarthritis (peradangan sendi degeneratif ). Sebaiknya lakukan aktivitas berenang 2-3 kali dalam seminggu untuk meningkatkan fleksibilitas fungsi sendi, kekuatan otot, dan juga untuk kesehatan jantung paru” ujar dr. Daffo yang merujuk pada referensi dari AAOS – American Academy of Orthopaedic Surgeon ini.

Berenang bagi penderita Osteoarthritis

Menurut dokter lulusan dari Universitas Padjadjaran, Bandung ini, sebaiknya aktivitas berenang perlu diperhatikan bagi penderita Osteoarthritis maupun pada lansia, diantaranya adalah menghindari berenang saat otot bermasalah, menghindari menggunakan satu gaya renang untuk mencegah cidera pada bahu dan lutut, dan juga terpenting mempertahankan gerakan postur yang baik saat berenang untuk mencegah nyeri leher dan punggung.

Menurut beliau, olahraga berenang akan meningkatkan turnover atau remodelling tulang sehingga berpengaruh terhadap kekuatan struktur tulang dan juga kesembuhan tulang. Hal ini juga dipengaruhi oleh asupan kalsium yang dibutuhkan dalam penyembuhan patah tulang.

Mungkin kita pernah bertanya, apa yang menyebabkan gangguan tulang terjadi? Misalnya nyeri punggung, sendi dan permasalahan lainnya?

“Penyebab gangguan pada tulang belakang atau nyeri punggung sering diakibatkan karena aktivitas seharihari dengan postur yang salah saat duduk ataupun saat mengangkat benda berat. Posisi duduk yang salah saat bekerja di depan komputer akan meningkatkan risiko gangguan nyeri pada punggung bagian bawah. Berenang dengan gerakan postur yang salah pun dapat meningkatkan nyeri leher, punggung maupun persendian.” ujar dr. Daffodilone Cahyadi, Sp. OT menjelaskan.

Ia menambahkan lagi, gangguan pada persendian sering terjadi karena trauma, cidera olahraga maupun merupakan penyakit degeneratif (penyakit akibat penurunan fungsi tubuh seiring pertambahan usia) dan juga gangguan kepadatan tulang akibat penyakit degeneratif karena terjadi perubahan hormon terutama dikaitkan dengan wanita menopause, dan penyakit keropos tulang yang timbul akibat penggunaan obat-obatan steroid jangka panjang.

Konsumsi protein mengurangi resiko patah tulang

Bagaimana dengan pengaruh dari makanan, apakah berpengaruh pada kesehatan tulang dan sendi? Menurut dr. Daffodilone Cahyadi, Sp. OT, makanan dengan protein tinggi, dapat membantu memproduksi serat kolagen yang baik untuk kerangka tulang. Beberapa penelitian mengatakan bahwa konsumsi protein seimbang akan mengurangi risiko patah tulang pada usia lanjut.

“Asupan buah-buahan dan sayuran menghasilkan kaya vitamin dan mineral yang berguna untuk menyokong kekuatan tulang. Makanan dengan kalsium tinggi juga dapat meningkatkan kepadatan massa tulang sehingga mencegah keropos tulang” papar beliau menambahkan.

 

Ada mitos yang beredar di masyarakat bahwa renang bisa memadatkan tulang hingga menjadi lebih kuat, namun menurut dr. Daffodilone Cahyadi, berenang tidak meningkatkan kualitas kepadatan tulang, tetapi meningkatkan turnover atau remodelling tulang sehingga berpengaruh terhadap kekuatan struktur tulang. “Ada juga kepercayaan dari banyak orang bahwa renang bisa membuat tinggi badan seorang menjadi lebih baik, namun itu hanya merupakan mitos.

Menurut penelitian pertumbuhan cepat pada tinggi badan adalah pada saat pubertas. Rata-rata usia anak perempuan 11 tahun dan laki-laki 13 tahun karena dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan. Pertumbuhan tinggi badan sampai dengan usia rata-rata 18 tahun” paparnya sambil menutup interview ini.

1,307 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share your vote!


Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
SHARE
RELATED POSTS
manfaat-berenang-untuk-tubuh
Manfaat Berenang Untuk Kesehatan
Kathriana-Mella-Atlit-Renang
Disiplin Dan Yakin Pada Diri Sendiri Itu Kunci Sukse Oleh Atlit Renang Kathriana
Kania-Atmaja-Atkit-Renang
Train Hard And Never Give Up Oleh Atlit Ratih Atmaja